• Minggu, 5 Februari 2023

Satu Keluarga Tewas Diracun oleh Sang Anak di Magelang, Kepala Desa: Masih Enggak Percaya

- Rabu, 30 November 2022 | 08:48 WIB
Rumah keluarga Abas Ashar di Jalan Sudiro, Gang Durian, Dusun Prajenan, Desa/Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Abas, istri dan anak pertamanya ditemukan tewas di kamar mandi, Senin (28/11/2022)   (REDAKSI)
Rumah keluarga Abas Ashar di Jalan Sudiro, Gang Durian, Dusun Prajenan, Desa/Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Abas, istri dan anak pertamanya ditemukan tewas di kamar mandi, Senin (28/11/2022) (REDAKSI)

MAGELANG,JATENG  - Satu keluarga ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Desa/Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa tengah, Senin (28/11/2022) sekitar pukul 07.30 WIB. Para korban adalah ayah Abas Ashari (58), ibu Heri Riyani (54), dan anak pertama bernama Dea Khairunisa (25).

Warga masih belum percaya keluarga Abas Ashari ditemukan tewas bersamaan di rumahnya di Jalan Sudiro Gang Durian, Dusun Prajenan. Sebab, sebelum ditemukan tewas, warga merasa tidak ada perilaku yang mencurigakan pada keluarga pensiunan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) itu.

Kepala Desa Mertoyudan, Eko Sungkono masih tak menyangka dan tak percaya kalau satu keluarga tersebut meninggal bersamaan dalam kondisi tidak wajar.

 "Masih enggak nyangka, enggak percaya. Kok bisa? kami enggak pernah dengar kejanggalan-kejanggalan," ujar Eko, ditemui usai prosesi pemakaman keluarga korban di TPU Sasono Loyo Dusun Prajenan, Senin (28/11/2022) malam.

Sosok keluarga yang tewas Dia mengungkapkan, keluarga korban dikenal sangat baik di mata tetangga. Bahkan, mereka juga aktif di kegiatan-kegiatan masyarakat. Mereka sudah tinggal di rumah tersebut sejak lama, ketika dua anak Abas masih kecil.

 "Mereka itu keluarga yang sopan dan harmonis. Saya satu RT dengan keluarga ini, enggak pernah ada masalah," ucap dia. Sosok terduga pelaku Kasus pembunuhan itu diduga dilakukan oleh Dio Daffa S (22) anak kedua almarhum Abas.

Menurut dia, meskipun pendiam, Dio dikenal sebagai remaja aktif, rajin mengaji di mushala dan sebagainya.

 "Anaknya itu aktif ikut kegiatan, ngaji, ke mushala. Kalau ada pertemuan remaja dia juga kerap ikut," imbuh dia. Eko merasa prihatin dengan adanya kejadian ini. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang dilakukan Polresta Magelang.

 "Proses hukum diserahkan ke polisi, sesuai prosedur saja," ucap dia.

Plt Kapolresta Magelang AKBP Muchamad Sajarod Zakun menerangkan, hasil olah TKP sementara menunjukkan bahwa para korban tewas akibat diracun. Korban sudah dilakukan otopsi kemudian langsung dimakamkan.

Halaman:

Editor: Marsi Tote

Sumber: Kompas

Tags

Terkini

X