• Minggu, 5 Februari 2023

Kisah Anak lumpuh asal Manggarai Timur, bisa baca dan tulis, berharap sembuh dan bisa sekolah

- Kamis, 1 Desember 2022 | 17:49 WIB
Anok, anak lumpuh asal Manggarai Timur saat di pangku orang tua  (Foto: Suaraburuh.com)
Anok, anak lumpuh asal Manggarai Timur saat di pangku orang tua (Foto: Suaraburuh.com)

Manggarai Timur-Namanya Agleriano gefrilman, yang akrab disapa anok. seorang anak berusia 12 tahun asal Desa bangka arus, Kecamatan poco ranaka timut Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menderita lumpuh sejak umur 2 tahun.

agleriano gefrilman adalah anak ketiga dari 4 bersaudara. Ia lahir pada 2010, dari pasangan suami istri yohanes Anom (48) dan Theresia Nelsi (41). Sang Ayah bekerja sebagai petani demikian juga sang ibu.

Sang ibu mengisahkan bahwa anaknya dulu lahir secara normal namun pada saat umurnya beranjak 2 tahun, anaknya jatuh dari tempat tidur dan semenjak itu sampe saat ini, anaknya mengalami kelumpuhan.

 

Selama kurang lebih 10 tahun berlalu, anok tidak bisa beraktivitas apa-apa sama seperti anak seumuran lainnya.
Ia hanya bisa terbaring di tenda tidur dan di halaman rumah. Dan untuk duduk pun anok tidak bisa, kedua kaki dan tangannya mengecil dan pendek.

Tiap hari sang ibu mengurus anok dengan penuh kasih dan kesabaran. Saat buang air besar sang ibu menyiapkan plastik dan saat buang air kecil, sang ibu menyiapkan botol dan saat hendak mandi atau membersihkan tubuhnya sang ibu menyiapkan meja.

"Anak saya ini, dulunya normal, lahir secara normal namun semenjak jatuh saat masih 2 tahun, akhirnya sampe saat ini dia lumpuh begini. Dia anak ketiga dari 4 bersaudara pak" ujar ibu anok, Theresia Nelsi, kepada wartawan, senin (28/11/2022).

Sang ayah menuturkan bahwa Ia dan istri berniat membawanya ke rumah sakit untuk dirawat. Tetapi semuanya terkendala biaya.

"Dulu pas awal-awal sakit, kami bawa anak kami ke rumah sakit cancar, dokter menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit di surabaya namun karena terkendala di uang akhirnya kami memutuskan untuk merawat anak kami di rumah saja karena itu tadi pak untuk beli beras saja susah sehingga kami hanya bisa pasrah pak " ujar yohanes.

Yohanes merasa sedih karena anaknya tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah. Ia kecewa karena banyak petugas datang hanya ambil foto, dengan iming-iming akan mendapat bantuan tapi kenyataannya nihil.

Halaman:

Editor: Marsi Tote

Tags

Terkini

X