• Senin, 5 Desember 2022

Setkab Raih Peringkat Dua dalam Pengelolaan BMN pada Anugerah Reksa Bandha 2022

- Kamis, 24 November 2022 | 21:26 WIB
Menkeu Sri Mulyani memberikan penghargaan Anugerah Reksa Bandha Tahun 2022 secara simbolis kepada Demin Setkab Farid Utomo, Kamis (23/11/2022), di Gedung Dhanapala Komplek Kemenkeu, Jakarta   (HUMAS KEMENKEU)
Menkeu Sri Mulyani memberikan penghargaan Anugerah Reksa Bandha Tahun 2022 secara simbolis kepada Demin Setkab Farid Utomo, Kamis (23/11/2022), di Gedung Dhanapala Komplek Kemenkeu, Jakarta (HUMAS KEMENKEU)

JAKARTA - Seketariat Kabinet (Setkab) memperoleh Anugerah Reksa Bandha Tahun 2022 atas peringkat kedua pada kategori Utilisasi Barang Milik Negara (BMN) Kelompok I,REKSA kementerian/lembaga (k/l) yang memiliki 1-10 satuan kerja, bersama Kementerian BUMN (Juara 1) dan DPR RI (Juara 3). Deputi Bidang Administrasi (Demin) Setkab Farid Utomo menerima penghargaan tersebut dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Gedung Dhanapala Komplek Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (23/11/2022).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan anugerah ini merupakan inisiatif dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara/bendahara negara. Penghargaan ini sebagai bentuk memberikan apresiasi kepada seluruh institusi yang telah mengelola, memanfaatkan, menertibkan, serta menggunakan BMN secara baik dan juga pada saat yang sama memanfaatkan jasa lelang negara yang juga merupakan tanggung jawab dari DJKN.

“Kita memahami bahwa aset negara atau sering disebutnya Barang Milik Negara adalah seluruh aset barang milik negara yang diperoleh dari uang negara. Uang negara itu berasal dari pajak, bea dan cukai, penerimaan negara bukan pajak, dan juga bahkan dari utang. Itu kemudian digunakan oleh k/l untuk mendapatkan dan membangun aset-aset negara. Ada aset yang memang dimiliki negara sesuai dengan konstitusi dan undang-undang; bumi, laut, dan segala yang ada di dalamnya adalah milik negara, dan oleh karena itu dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Itu adalah mandat dari konstitusi kita. Oleh karena itu, untuk menjalankan konstitusi dan tentu dengan tata kelola yang baik dan berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan barang milik negara/aset negara yang baik, kewajiban kita semuanya untuk selalu, pertama tadi, melakukan registrasi, sertifikasi, dan administrasi barang milik negara,” katanya.

Menkeu melanjutkan, di usia yang ke-16 tahun, DJKN dalam era pengelolaan keuangan negara merupakan sesuatu dianggap praktek yang relatif baru.

“Sering yang kemudian barang-barang milik negara yang kita peroleh melalui uang rakyat, uang pajak, uang-uang penerimaan negara bea dan cukai, penerimaan negara bukan pajak, bahkan dari utang kemudian sesudah dibangun manfaat juga tidak maksimal.

Ini tentu merupakan sesuatu yang harus kita hindari. Oleh karena itu, upaya kita untuk memberikan penghargaan melalui Anugerah Reksa Bandha Tahun 2022 tadi menggambarkan sebuah usaha, tidak hanya sekedar plakat yang mungkin untuk bapak dan ibu sekalian, apalagi tadi yang k/l yang kayaknya langganan juara berbagai hal,” ungkapnya.

Sri Mulyani menekankan penganugerahan ini bukan masalah plakatnya tapi ini adalah sebuah simbol dari upaya negara bangsa Indonesia untuk membangun sebuah kultur menjaga aset negara tentang bagaimana memperlakukan aset negara sebagai pertanggungjawaban publik.

 Selain itu, aset negara merupakan fondasi kokoh membangun tata kelola di Republik Indonesia dan terus bertanggungjawab menggunakan setiap keuangan negara secara maksimal manfaatnya bagi masyarakat dan perekonomian.

“Nah ini adalah satu cara kita tadi membangun karakter menggunakan uang rakyat, uang kita, uang APBN untuk menghasilkan sesuatu yang kemudian kita bisa sampaikan ke rakyat ‘ini loh hasilnya kenapa kita membayar pajak. Karena masyarakat memang harus dan wajib tahu bagaimana kita mengelola keuangan negara, termasuk dalam hal ini di dalam menyampaikan mengenai barang-barang milik negara atau aset negara yang dihasilkan dari uang negara,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Marsi Tote

Sumber: Humas Kemenkeu

Tags

Terkini

Gunung Semeru Mengamuk, 93 Warga Dievakuasi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:29 WIB

Gunung Semeru Meletus, Status Naik Menjadi Level AWAS

Minggu, 4 Desember 2022 | 16:19 WIB

Fakta Baru, IKN Nusantara Siap Dihuni Tahun 2024

Minggu, 4 Desember 2022 | 13:27 WIB
X