• Minggu, 5 Februari 2023

Wirwitu, Kisah Mistik Bernuansa Religius di Pedalaman NTT

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:39 WIB
Gua Cincoleng di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur  (Foto: Suaraburuh.com)
Gua Cincoleng di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: Suaraburuh.com)

Suaraburuh.com - Desah dedaunan kemiri meliuk meringkih diterpa sepoi-sepoi. Menghembus pelan menusuk pori-pori tubuh. Siulan Pipit dan lengkingan suara burung hutan menembus gendang telinga. Seakan-akan menyapa setiap warga yang menjejakkan telapak kakinya di tempat itu.

Sedang gemercik air mengalir pelan. Melumat Wadas di perut sungai. Airnya jernih dan dingin. Di air ini anak-anak mandi sepuas-puasnya. Membersihkan tubuh, melepas lelah. Tawa ria mereka menjadi melodi suka cita. Udang, siput dan belut hidup di sana.

Sungguh berkesan. Sunyi menggetarkan kalbu. Balutan keindahan menggoda jiwa. Alam bawah sadar kita melenturkan rasa betapa mengagumkan gua Alam yang terletak di Desa Tengku Leda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Kisah Anak lumpuh asal Manggarai Timur, bisa baca dan tulis, berharap sembuh dan bisa sekolah

Gua tersebut terletak di sebelah Utara atau 2 Km dari Benteng Jawa, Ibu Kota Kecamatan Lamba Leda. 85 Km dari Borong, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur. Sekitar 69 Km dari Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai.

Sudah lama tersiar berita tentang gua Alam Wirwitu. Terutama kesaksian sesama jurnalis yang pernah berkunjung ke tempat itu. ada letupan rasa menggoda jangan dahaga untuk segera pergi ke sana. Sebab kisahnya unik menggedor nubari. Seperti apa kisah mistik itu dan bagaimana makna dibaliknya adalah godaan yang melingkup batok kepala saya.

Godaan yang memendam itu akhirnya terjawab, Minggu 2 Agustus 2015. Meluncur dari Borong usai misa pagi. Kuda besi kesayanganku meliuk, mendaki jalan tebing Ranambeling hingga persawahan waling. Masuk Banggarangga hingga Benteng Jawa.

Baca Juga: Kisah Bocah Pengidap Penyakit Higroma Colli di Manggarai Timur

Dua jam perjalanan tiba di Cincoleng. Suasana teduh menyapa. Alam begitu ramah sehingga cocok untuk bermenung, menghela napas, menghitung biji-biji kontas. Sebab di pintu keluar air mengalir sepanjang kurang lebih 3 Km itu dari Patung Bunda Maria berdiri manis di atas onggokan Wadas. Penuh keibuan.

Halaman:

Editor: Kristianus Nardi Jaya

Tags

Terkini

Pengertian tugas dan Fungsi TPK di Desa

Senin, 28 November 2022 | 15:17 WIB

MERAWAT LADANG KEHIDUPAN

Senin, 10 Oktober 2022 | 09:03 WIB

MERAWAT LADANG KEHIDUPAN

Senin, 26 September 2022 | 04:03 WIB

MERAWAT LADANG KEHIDUPAN

Jumat, 23 September 2022 | 07:08 WIB

Kenali Manajemen Pengelolaan Keuangan Desa

Senin, 19 September 2022 | 08:45 WIB
X